Judul : SEMBILAN WALI & SITI JENAR
penulis : Seno Gumbira Ajidharma
Judul :KRATON JOGJA( Sejarah dan Warisan Budaya )
penulis: tim
judul :The WORLD OF JAVANESE KERIS
penulis :Garret & Bronwen Solyom
Judul :TOSAN AJI( Pesona Jejak prestasi Budaya )
penulis : Prasida Wibawa
Judul : KERIS JAWA( Antara Mistik dan Nalar )
penulis ; haryono Haryoguritno
Judul : DHAPUR
penerbit: Yayasan DAMARTAJI
Judul : ENSIKLOPEDI WAYANG INDONESIA
judul : WARISAN BUDAYA BERSAMA
Redaksi:Endang sri Hadiat dan Pieter ter Keurs
BUKU BUKU PERKERISAN :
1. TANYA JAWAB SOAL KERIS
2. BESI BAJA DAN PAMOR KERIS
3. PAMOR KERIS
4. DHAPUR KERIS
5. PETUNJUK PRAKTIS MERAWAT KERIS
Pengarang: Bambang Harsrinuksmo dan Lumintu
Telah tersedia:
BUNDEL MAJALAH KERIS Vol I & Vol II
Untuk Informasi Hubungi:
hotline service SMS : 081399733344
081319055339
Kamis, 19 Februari 2009
Asal Muasal Majalah KERIS
Ketika edisi perdana Keris, Majalah Khasanah Budaya Nusantara( selanjutnya disingkat Keris) diterbitkan. Majalah Keris seolah memasuki ranah tak berujung, disatu pihak: keris adalah tosan aji, warisan budaya dengan multi tafsir. Dilain pihak keris juga dipandang benda yang bertuah dan keramat, adalah sebuah realita yang hidup ditengah masyarakat Indonesia.
Namun ketika UNESCO pada tanggal 25 Nov 2005 menetapkan keris sebagai warisan budaya internasional, Maka pilihan redaksi menjadi mantap, akan mengisi MAJALAH KERIS dengan mengajak pembaca sekalian menapaki koridor2 budaya dan masuk kedalam gerbangnya yang luas.
Redaksi akan sedapat mungkin menjauh dari hal hal yang tidak rasional. Bukan karena redaksi mengingkari realitas yang ada dimasyarakat, tapi redaksi memilih suatu wilayah yang terang, suatu horizon budaya yang luas menghampar, dan pembaca akan redaksi ajak berinteraksi dalam realitas yang lebih terukur, yakni melestarikan budaya bangsa yang, kini, juga diakui dunia- melalui UNESCO
Namun ketika UNESCO pada tanggal 25 Nov 2005 menetapkan keris sebagai warisan budaya internasional, Maka pilihan redaksi menjadi mantap, akan mengisi MAJALAH KERIS dengan mengajak pembaca sekalian menapaki koridor2 budaya dan masuk kedalam gerbangnya yang luas.
Redaksi akan sedapat mungkin menjauh dari hal hal yang tidak rasional. Bukan karena redaksi mengingkari realitas yang ada dimasyarakat, tapi redaksi memilih suatu wilayah yang terang, suatu horizon budaya yang luas menghampar, dan pembaca akan redaksi ajak berinteraksi dalam realitas yang lebih terukur, yakni melestarikan budaya bangsa yang, kini, juga diakui dunia- melalui UNESCO
Langganan:
Postingan (Atom)